Berita Sepakbola Terlengkap

Berita Sepakbola Terlengkap Indonesia

Penantang Kuat Harry Kane, Calon Top Skor Bundesliga 2024

Harry Kane diprediksi akan langsung menjadi top skor Bundesliga musim 2023/2024. Catatan 4 gol dari 4 pertandingan seakan membuktikan prediksi tersebut. Sebuah start yang sempurna bagi Harry Kane.

Namun, jumlah tersebut belum membuat Harry Kane duduk di puncak daftar pencetak gol terbanyak Bundesliga musim ini. Siapa sangka, seorang striker asal Guinea yang tidak terkenal dari klub yang musim lalu nyaris terdegradasi, kini tengah duduk di singgasana pencetak gol terbanyak Bundesliga musim ini. Dia adalah Serhou Guirassy dari Vfb Stuttgart.

Serhou Guirassy Top Skor Sementara Bundesliga

Mencuatnya nama Serhou Guirassy sebagai top skor sementara Bundesliga musim ini adalah sebuah kejutan. Sebab, di awal musim ini, namanya tidak diprediksi dalam daftar calon top skor Bundesliga.

Muka-muka lama seperti Sebastien Haller dan Niclas Füllkrug hingga nama-nama baru seperti Lois Openda, Benjamin Sesko, Victor Boniface, hingga Tomas Cvancara adalah beberapa bomber yang diprediksi akan jadi pesaing utama Harry Kane dalam merebut titel top skor Bundesliga.

Dibanding nama-nama tadi, nama Serhou Guirassy tentu tidak familiar. Bukan berarti menjelekkan striker timnas Guinea tersebut, tetapi catatan gol Guirassy musim lalu saja hanya 11 gol.

Kini, hingga spieltag 4 Bundesliga, Serhou Guirassy sudah mengemas 8 gol. Iya, kamu tak salah mendengar. Torehan gol Guirassy sukses mengungguli striker Wolfsburg, Jonas Wind yang duduk di tangga kedua dengan 5 gol dan Victor Boniface dari Bayer Leverkusen, Kevin Behrens dari Union Berlin, dan Harry Kane dari Bayern Munich yang sama-sama baru mengemas 4 gol.

Yang menarik dari Serhou Guirassy tak hanya catatan golnya yang impresif atau keberhasilannya memuncaki daftar pencetak gol terbanyak Bundesliga musim ini yang membuat banyak orang kaget. Perjalanan karier Guirassy juga cukup menarik. Bahkan sebelum bersinar bersama Stuttgart musim ini, ia nyaris pindah ke Premier League.

Jadi, siapa sebenarnya Serhou Guirassy?

Perjalanan Karier Serhou Guirassy

Striker jangkung bertinggi badan 187cm itu memiliki nama lengkap Serhou Yadaly Guirassy. Ia lahir di kota Arles pada 12 Maret 1996. Kedua orang tua Guirassy berasal dari Guinea. Inilah yang menyebabkan Guirassy memilih membela tim nasional Guinea meski dirinya punya catatan 24 caps dan 11 gol selama menjadi langganan timnas Prancis U-16 hingga U-20.

Ya, Serhou Guirassy muda memang cukup menjanjikan. Ia jadi bagian dari skuad timnas Prancis yang mencapai semifinal Euro U-19 di tahun 2015 dan jadi bagian timnas Prancis U-20 di Toulon Tournament 2016. Di turnamen tersebut, Guirassy mencetak 3 gol dan terpilih sebagai “most elegant player”.

Karier sepak bola Serhou Guirassy dimulai saat keluarganya pindah ke distrik Montargis. Di sana, ia bergabung dengan klub lokal USM Montargis dan J3 Sports Amilly, di mana ia mencetak sekitar 40 gol di kompetisi U-15.

Setelah itu, Guirassy sempat menjajal trial di AJ Auxerre, namun gagal. Ia kemudian dikontrak klub divisi 2 Liga Prancis, Laval, setelah 2 pekan trial di sana.

Permainan apiknya bersama Laval di Ligue 2 dan catatan impresifnya di tim muda Prancis membuat banyak klub top Eropa mengincar Serhou Guirassy. Namun, akhirnya Lille yang mendapat tanda tangan Guirassy setelah dilaporkan mengeluarkan biaya sekitar €1 juta untuk memboyongnya di musim panas 2015.

Sayangnya, Guirassy gagal total di Lille. Ia bahkan sempat dilempar ke tim B dan dipinjamkan ke AJ Auxerre yang bermain di Ligue 2 di mana ia berhasil mencetak 8 gol dan 2 asis dari 16 penampilan.

Meski cuma bermain apik untuk Auxerre di Ligue 2, Serhou Guirassy berhasil membuat kontestan Bundesliga, FC Köln merekrutnya dengan harga €3,8 juta di musim panas 2016. Sayangnya, musim pertama Guirassy di Bundesliga tak berjalan baik, sementara di musim keduanya ia merasakan degradasi. Cedera meniskus, otot, dan pulbagia begitu menghambat performa Serhou Guirassy yang hanya mencetak 9 gol dalam 45 penampilan bersama FC Köln.

Pada Januari 2019, Guirassy dipinjamkan ke klub Ligue 1, Amiens SC sebelum akhirnya dipermanenkan dengan biaya €6 juta di musim panas 2019. Di musim 2019/2020, Guirassy tampil apik dengan mencetak 9 gol di Ligue 1 Prancis.

Salah satu penampilan terbaiknya terjadi saat ia mencetak 2 gol saat Amiens menahan imbang PSG 4-4 pada Februari 2020. Sebuah performa yang membuat Guirassy dikaitkan dengan beberapa klub Inggris, seperti Chelsea, Tottenham Hotspur, Leicester City, dan Aston Villa.

Sebelumnya, pada bulan Januari, Guirassy diketahui menolak beberapa tawaran dari klub Inggris, seperti Brighton, West Ham, dan Bournemouth untuk tetap setia dengan Amiens. Namun, setelah Amiens SC terdegradasi di akhir musim 2020, Serhou Guirassy lebih memilih menerima pinangan Rennes yang menebusnya dengan mahar €15 juta.

Selama dua musim membela Rennes, Guirassy tampil cukup apik di Liga Prancis, bahkan jadi pencetak gol pertama Rennes di Liga Champions. Total, ia mencetak 25 gol dan 4 asis dalam 81 penampilan.

Menyusul kedatangan Arnaud Kalimuendo di musim panas 2022, Serhou Guirassy yang kehilangan tempat dalam skuad Rennes meminta dilepas di bursa transfer. Di sinilah Stuttgart berhasil mengalahkan tawaran Everton dan Club Brugge. Guirassy kembali ke Bundesliga dengan skema pinjaman plus opsi beli senilai €9 juta.

Guirassy Nyaris Pindah ke Premier League

Keputusan Serhou Guirassy untuk menerima pinangan Stuttgart memang tepat. Ia langsung jadi andalan bagi lini depan Stuttgart yang baru saja melepas Sasa Kalajdzic. 14 golnya di musim 2022/2023 menjadikan Guirassy top skor Die Schwaben di musim lalu.

Guirassy juga jadi aktor penting yang menyelamatkan Stuttgart dari degradasi. Dia menyumbang satu gol saat Stuttgart menang agregat 6-1 atas Hamburg SV di laga play-offs relegasi.

Performa apiknya itu membuat Stuttgart mengaktifkan opsi pembelian Serhou Guirassy dari Rennes senilai €9 juta. Meski baru menandatangani kontrak berdurasi 3 tahun, tetapi Guirassy nyaris pindah ke Premier League di musim panas kemarin.

Berdasarkan laporan surat kabar Kicker, Serhou Guirassy memiliki klausul rilis senilai €15 juta hingga €20 juta dalam kontraknya yang tetap aktif selama bursa transfer musim panas berlangsung. Striker timnas Guinea berusia 27 tahun itu dilaporkan mulai punya keinginan untuk bermain di Liga Inggris.

Newcastle United, Fulham, Nottingham Forest, bahkan Ajax Amsterdam dirumorkan tertarik kepada Guirassy. Namun, ketika Bundesliga dimulai pada 19 Agustus lalu, Guirassy tak jadi pindah. Ia dilaporkan menolak tawaran Fulham di detik-detik terakhir bursa transfer dan memutuskan berkomitmen kepada Stuttgart. Sebuah komitmen yang dibuktikan dengan performa impresif di awal musim ini.

Keunggulan dan Kekurangan Serhou Guirassy

Performa mengejutkan Guirassy tak lepas dari kehadiran Sebastian Hoeneß. Hoeneß tak hanya menyelamatkan Stuttgart dari ancaman degradasi, tetapi juga sukses memaksimalkan kemampuan Guirassy.

Di awal musim lalu, Guirassy tampil kurang tajam di bawah pelatih Pellegrino Matarazzo dan Michael Wimmer. Sementara saat diasuh Bruno Labbadia, Guirassy lebih banyak berkutat dengan cedera. Dan ketika Sebastian Hoeneß mulai ditunjuk pada 3 April lalu, Guirassy menemukan kecocokan.

Dengan pelatih-pelatih lain, Guirassy menemui kesulitan ketika mereka berganti formasi. Namun, di bawah asuhan Sebastian Hoeneß, Guirassy terlihat tidak bermasalah. 6 gol dan 1 asis berhasil ia cetak musim lalu ketika Hoeneß memakai formasi 3-4-2-1. Musim ini, ketika Hoeneß mengubah formasi tim menjadi 4-2-3-1, Guirassy justru tampil lebih tajam.

Bisa dibilang kalau performa apik Serhou Guirassy terjadi seiring dengan meningkatnya performa Stuttgart yang juga secara mengejutkan kini duduk di tangga keempat. Guirassy membuka keran golnya dengan sumbangan 2 gol saat Stuttgart menang 5-0 atas Bochum di spieltag 1 Bundesliga. Di pekan berikutnya, ia mencetak 1 gol saat Stuttgart kalah 5-1 dari RB Leipzig.

Di spieltag 3, Guirassy kembali mencetak 2 gol saat Stuttgart membantai SC Freiburg 5-0. Dan terakhir, ia mencetak hattrick saat Stuttgart menang 3-1 atas Mainz di spieltag 4 Bundesliga.

Total 8 golnya sejauh ini dicetak hanya dari 8 shots on target, sebuah prestasi yg belum pernah dicapai pemain manapun di liga. Atas dasar inilah Serhou Guirassy bisa muncul sebagai top skor sementara Bundesliga musim ini dan bukan berlebihan jika menyebutnya sebagai penantang kuat Harry Kane untuk merebut titel pencetak gol terbanyak Bundesliga di akhir musim nanti.

Keunggulan Serhou Guirassy adalah ia tetap gesit dan tak kehilangan power, meski tergolong pemain jangkung. Guirassy memiliki semua atribut yang dibutuhkan seorang target man klasik. Namun selain itu, Guirassy juga memiliki kecepatan, ketenangan, dan pergerakan cerdik dalam menguasai bola, membuatnya juga ahli dalam situasi one-on-one.

Satu-satunya kekurangan Serhou Guirassy adalah konsistensi. Bukan soal konsistensi mencetak gol, tetapi konsistensi untuk tetap bugar di tiap pekannya.

Dari pembahasan tadi, kita tahu kalau Serhou Guirassy memang punya bakat yang hebat sejak muda. Namun, sejak usia muda, ia juga sudah tergolong sebagai pemain yang rawan cedera. Hal inilah yang membuat perkembangan Guirassy sedikit terhambat dan baru bersinar belakangan ini.

Dari data transfermarkt, selama hampir 3 musim berseragam FC Köln, Guirassy melewatkan 41 pertandingan karena menderita berbagai masalah cedera. Dua musim berseragam Rennes, Guirassy absen sebanyak 13 pertandingan karena sakit dan cedera engkel. Sementara musim lalu saja, ia absen di 8 pertandingan Stuttgart karena mengalami robek di bagian otot abduktor.

Jika musim ini Serhou Guirassy bisa bugar hingga akhir musim dan terhindar dari cedera, maka titel top skor Bundesliga musim ini bukanlah hal yang mustahil. Musim memang masih sangat panjang, tetapi akan jadi sebuah kejutan besar jika Guirassy mampu melakukannya.


Referensi: DW, La Replubique, GFFN, Ligue1, Bulinews, Bundesliga, Total Football Analysis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *