Berita Sepakbola Terlengkap

Berita Sepakbola Terlengkap Indonesia

Buang Banyak Pemain! Ini Boehly Beneran Mau Hancurin Chelsea?

Tak butuh waktu lama untuk melihat Chelsea hancur di tangan pemilik baru. Musim pertama benar-benar kacau. Chelsea merosot drastis ke peringkat 12. Tentu saja, ini menjadi tamparan keras buat Todd Boehly dan kolega. Namun, tamparan itu mungkin belum cukup membuat Boehly kapok.

Alih-alih menyusun rencana jelas, sang pemilik baru Chelsea justru cuci gudang. Ya, usai musim 2022/23, banyak pemain pilar yang disingkirkan oleh Boehly. Lucunya, tak sedikit dari mereka yang dijual adalah pemain yang dibeli Boehly di awal musim lalu. Ini Boehly beneran mau hancurin Chelsea atau gimana?

Siapa Saja yang Lepas?

Jika musim lalu Chelsea sibuk mendatangkan pemain, di jendela transfer musim panas kali ini, The Blues sibuk melepas para pemainnya. Sampai naskah video ini dibuat, hampir dari setengah pemain Chelsea dilepas. Mengacu data dari Transfermarkt, per 10 Juli 2023, ada 11 pemain Chelsea yang dilepas.

Itu tidak semuanya dijual tentu saja. Ada dua pemain: Joao Felix dan Denis Zakaria yang berstatus pinjaman dipulangkan. Adapun pemain yang dilepas Chelsea di antaranya: N’Golo Kante, Tiemoue Bakayoko, Azpilicueta, Edouard Mendy, Mateo Kovacic, Loftus-Cheek, Mason Mount, Kai Havertz, dan Kalidou Koulibaly.

Kalau dicermati, sebagian besar dari mereka adalah para pemain pilar. Bahkan para pemain yang dilepas itu adalah pemain yang memenangkan gelar Liga Champions tahun 2021. Hanya Thiago Silva, Reece James, Ben Chilwell, dan Kepa Arrizabalaga bagian dari skuad utama di final melawan Manchester City yang belum dilepas oleh Chelsea.

Buntut dari Pengeluaran Chelsea yang Membengkak

Mengapa Todd Boehly melepas banyak pemain Chelsea? Kalau ditarik ke belakang, penjualan besar-besaran ini merupakan buntut dari pengeluaran Chelsea yang membengkak di awal musim lalu. Kita tahu, The Pensioners sangat aktif berbelanja pemain di musim lalu.

Mengutip data Transfermarkt, sekitar 24 pemain didatangkan Chelsea musim lalu. Jumlah yang lebih dari cukup untuk membentuk satu tim utuh. Todd Boehly kelihatannya ingin pamer. Bahwa tanpa Abramovich, ternyata Chelsea juga bisa membeli banyak pemain. Mahal-mahal pula.

Dikutip Squawka, Chelsea menghabiskan sekitar 605,82 juta poundsterling atau Rp11,7 triliun musim lalu. Angka itu nyaris tiga kali lipat dari pengeluaran Manchester United yang mengekor di belakangnya. Musim lalu Setan Merah menghabiskan 262,92 juta poundsterling atau sekitar Rp5,1 triliun.

Itu baru pengeluaran buat transfer saja. Belum perkara gaji. Pemain seperti Mykhaylo Mudryk yang cuma bisa goyang sana-goyang sini itu gajinya tidak sedikit. Daun muda seperti Enzo Fernandez juga punya gaji yang lumayan tinggi. Maka dengan skuat yang membludak itu, The Blues terancam financial fair play atau FFP.

Menghindari FFP

Todd Boehly bukan Sheikh Mansour yang tahu sela-sela buat mengecoh FFP meski punya pemain-pemain bergaji tinggi. Boehly juga bukan Nasser Al-Khelaifi yang sudah masuk anggota dewan UEFA. Konglomerat Amerika itu amatir di dunia sepak bola, terutama Eropa.

Boehly pasti belingsatan saat tahu kalau Liga Primer dan UEFA telah menetapkan aturan FFP. UEFA menetapkan margin minimal kerugian klub, yaitu 60 juta euro (Rp997 miliar). Namun, pada musim 2025/26 mendatang, UEFA akan membatasi setiap klub tidak boleh mengeluarkan lebih dari 70% pendapatan mereka untuk gaji dan biaya agen.

Liga Primer punya aturannya sendiri. Klub harus mengirimkan informasi yang akurat dan jujur mengenai keuangannya setiap tahun. Liga Primer juga mewajibkan setiap klub sanggup membayar biaya transfer dan pajak tepat waktu, serta kerugian bisa ditanggung secara memadai.

Chelsea musim lalu memang tidak terlalu bermasalah soal pendapatan. Klub yang markasnya di Stamford Bridge itu memperoleh pendapatan sekitar 246,80 juta poundsterling (Rp4,81 triliun). Ya, mau bagaimanapun selain belanja banyak, Chelsea juga berhasil menjual beberapa pemainnya, seperti Timo Werner, Jorginho, sampai Emerson Palmieri.

Namun, FFP ini seolah memedi yang sangat menyeramkan bagi klub-klub besar. Tentu saja Boehly tidak mau mengambil resiko. Jika skuat Chelsea tetap membengkak, katakanlah tidak banyak yang dijual, hanya tinggal menunggu waktu buat kena sidak oleh UEFA maupun Liga Primer.

Berapa yang Didapat Chelsea?

Makanya Chelsea mulai melakukan bersih-bersih skuat yang ada. Todd Boehly yang kabarnya akan dikurangi keterlibatannya dalam mengelola tim, nyatanya kembali campur tangan untuk menjual tak sedikit para pemainnya. Bahkan sebelum Mauricio Pochettino menginjakkan kaki di Stamford Bridge.

Sebab aturan FFP, Boehly terpaksa berkompromi. Daripada repot berurusan dengan FFP, lagi pula juga belum berpengalaman betul, Boehly memilih untuk menargetkan 250 juta poundsterling (Rp4,87 triliun) dari penjualan pemain sebelum 30 Juni 2023 lalu. Kita tahu, Chelsea berhasil menjual Kai Havertz ke Arsenal dan Mateo Kovacic ke Manchester City.

Dilansir Daily Mail, The Blues berhasil memperoleh 90 juta poundsterling (Rp1,7 triliun) dari penjualan dua pemain itu. Beberapa pemain sisanya dijual ke klub-klub di Liga Pro Saudi Arabia. Pada bursa transfer musim ini, The Blues sudah mendapatkan lebih dari separuh yang ditargetkan, yaitu 188,7 juta poundsterling (Rp3,6 triliun).

Banyak ke Arab Saudi, Kok Bisa?

Satu yang menarik perhatian adalah tak sedikit pemain Chelsea yang dijual ke Liga Arab Saudi. Edouard Mendy, Kalidou Koulibaly, dan N’Golo Kante memastikan pindah ke Saudi Pro League. Tidak menutup kemungkinan akan ada lagi pemain Chelsea yang bakal hijrah ke Baitullah.

Kepindahan para bintang Eropa ke Arab Saudi menjadi fenomena menarik di bursa transfer musim ini. Namun, khusus soal Chelsea, Jack Austin melalui tulisannya di Optus menjelaskan beberapa teori mengenai hal itu. Menurutnya ada beberapa alasan yang mendasari mengapa Chelsea menjual pemainnya ke Arab Saudi.

Boleh jadi berkat kerja sama antara Boehly dan Arab Saudi. Terlebih pemilik Chelsea itu sudah bermanuver dengan bertemu presiden Al-Hilal. Ini juga bisa jadi berkelindan dengan rencana besar PIF. Apa pun itu penjualan pemain ke Arab Saudi akan meringankan keuangan Chelsea dan menguntungkan Arab Saudi di sisi lain.

Kembali Hancur Musim Depan?

Soal jual-beli pemain, Boehly memang cukup piawai. Diakui atau tidak. Musim ini ia membuktikan bahwa kesulitan menjual pemain adalah mitos. Buktinya, Boehly bahkan bisa menjual pemain bangkotan yang lambat seperti Kovacic ke klub raksasa. Menjual Havertz yang musim lalu buruk ke Arsenal.

Mendapat keuntungan banyak dari penjualan Mason Mount ke MU. Padahal Mount pemain yang ngang-ngong-ngang-ngong saja musim lalu. Masalahnya, penjualan banyak pemain ini tidak diikuti dengan cetak biru yang jelas. Oke deh, ia merekrut Pochettino.

Tapi Boehly sudah melakukan bersih-bersih skuat bahkan sebelum Pochettino turun tangan. Eks pemain Chelsea, Florent Malouda juga membaca gejala tersebut. Dilansir media Nigeria, Daily Post, Malouda mengatakan, pemain-pemain bintang itu pergi karena tidak percaya pada visi dan proyek Chelsea di bawah Todd Boehly.

“Chelsea tidak pernah menjual pemain bintang ke rival. Alasannya, tim ini sangat kompetitif. Apa yang saya lihat ini bukan semata-mata untuk menghindari FFP. Mereka pindah karena tidak terlalu percaya dengan apa yang terjadi di klub,” kata Malouda.

Pernyataan Malouda bisa saja benar, walaupun juga tidak menutup kemungkinan keliru. Tetapi dengan menjual banyak pemain pilar tanpa rencana, serta diiringi dengan pembelian pemain yang entah, sulit untuk tidak mempercayai perkataan Malouda.

Sumber: FootballLondon, FootballTransfers, SportingNews, DailyPost, DailyMail, Optus, Transfermarkt, Squawka

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *